loading...

Sunday, March 3, 2019

Gunung Halau-Halau, Kalimantan Selatan



Gunung Halau-halau, HST, Kalimantan Selatan

          Assalamualaikum kawan berataan, lama ni saya gak ngeblog heee.
Kalau tidak salah terakhir saya nulis tahun 2017 tentang stadion, yang dimana postingannya mengenai stadion2 yang ada di Kalimantan, artikelnya ada dua judul kemarin itu, dan alhamdulilalah readernya kira2 ada 700 an , saya sangat besryukur tulisan saya bisa dibaca oleh orang banyak, semoga saja bisa bermanfaat bagi semua .amiiiiin.
Dalam tulisan kali ini saya membahas tentang perjalanan kami ke Gunung Halau-Halau, sebelumnya teman2 ada yang pernah  kesana Belum ??? heee 😅😅 kalau belum yuuk mari join dulu sini heeee. insyaAllah bermanfaat bagi teman2 yang berminat mendaki gunung ini . ok lets start guys Gunung Halau-Halau atau Gunung Besar adalah gunung yang terletak di perbatasan tiga kabupaten, yaitu kabupaten HST,HSS, dan Tanah Bumbu. Titik tertingginya adalah 1901 mdpl atau setara dengan 6.313 kaki.
Hari itu tanggal 25 Januari 2019, saya dan teman2 kuliah saya tapi beda jurusan  siich saya ambil jurusan Agribisnis sementara teman2 saya ngambil Agroteknologi kami berkuliah di kampus STIPER AMUNTAI ( Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Amuntai ) ada saya sendiri Wahyu, Ryanto,Ryannor,Mahriadi,Dany cuy dan Andi  Jadi totalnya ada 6 orang, saya sendiri  dari Amuntai  ada yang dari Kelua,Batu Mandi,Birayang dan Pantai Hambawang . Perjalanan kami menuju gunung Halau-Halau pada hari Jum’at sesudah sholat jumat dimulai dari Birayang  karena sebelumya kami makan2 dulu di rumah teman yang ada di Birayang, dari Birayang menuju desa terakhir kira-kira 1 jam tempuh dengan kendaraan bermotor masing2 bonceng dua jadi jumlah ada 3 kendraan.  Setelah sampai di desa terakhir yang bernama Kiyu , disinilah kami memarkirkan kendraan kami.
Disini kami disambut oleh acil yang sangat baik banget kepada kami,dan kebetulan saya lupa menanyakan nama beliau heee saking baiknya acil saya lupa hahaha😙
di rumah acil kami makan buah2an yang disuguhkan acil, dan saya juga BAB dahulu di rumah acil heee biar gak sakit perut saat perjalanan, kaaan gawat 😆
Dimulai dengan doa bersama yang dipimpin salah seorang teman kami yang bernama Ryanto kami pun menginjakkan kaki ke jembatan yang merupakan titik pertama dalam pendakian Gunung Halau-halau , sambil saya membaca bismillah serta ayat kursi yang saya memohon dalam lindungan-NYA Allah SWT semoga pendakian berjalan lancar 🙏 .
Tujuan pertama adalah pos 1 yaitu Gunung Paniti Ranggang, dalam perjalan menuju pos satu kami dibisikkan bunyi landasnya air sungai sepanjang perjalan disamping itu kami juga disuguhkan pemandangan2 yang nan sangat indahnya pegunungan yang mashaAllah ciptaanNYA, dan akhirnya hari pun mulai gelap diperjalanan ke pos satu pada waktu magrib kami diperdengarkan bunyi burung aneh, saya pun rada takut heeee kata teman jangan takut itu Cuma burung, sambil memegang senter pendakian kami lanjutkan dan Alhamdulillah kami sampai pos satu kira-kira jam 8 malam, di pos satu kami nginap di sebuah pondok kecil milik acil warung yang ada di pos satu, sebelumnya planningnya  malam tetap tracking tapi keterbatasan energy kami pun nginap di pondok .


 pos 1 paniti ranggang

Hari mulai pagi kami pun bersiap packing perlengkapan setelah sarapan minum energen Pendakian dimulai menuju pos dua yaitu sungai karuh, diperjalanan menuju sungai karuh kami menemui pohon yang sangat besar dan jangkung menjulang ,nah menuju pos ini petualangan hutan alam liar menjadi nampak sebab kami disambut tuan rumah yang unyu-unyu cutee gitu hahahaha mereka penghisap darah yaitu pacet huuuuh sangat jengkel siih bendanya sangat kecil kek jarum gitu yang ada di air juga dedaunan pinggir jalan saat menghisap darah betuknya membesar hiiiiiiii geli gw haahahaha
Ada satu kali saya dihinggapi yang warna hijau di situ orang bilangnya ale-ale warnya hijau kek minuman aja namenya hhahaa nah pacet yang hijau ini yang menghisap sangat sakit pedih… pedih…pedih dan pedih  , tapi masih sakitan hati siih kayaknya wkwkwkwkwk
Di pos dua Sungai karuh kemi bertemu pendaki2 dari Banjarbaru dan dari Mapala Kaltim, di pos dua ini juga terdapat air terjun nan indah dan juga tinggi, buat para pembaca yang ingin bepergian kalau bisaa jangan bangun tenda dekat air terjun yaaa.. disamping berbahaya pacet dekat air terjunnya  juga ada hal2 mistis kata temanku, hmmmmmm makanya jangan yaaaa….

pos 2 sungai karuh


Nah sesudah pos 2 ini ada nama tanjakkannya yang sangat tidak landai namanya Tanjakkan Penyesalan sebab sangat curam yang membuat nyali pendaki jadi ciut  ingin pulang hahahahaa
Disini kami disuguhkan kesegaran mata dari kiri kanan kami, pohon-pohon raksasa yang jarang kita lihat di sekitar kita atau bahkan belum pernah melihatnya, tapi sayang vandalisme terjadi disini , sangat disayangkan hutan yang begitu indah dengan pohon2nya dicoret2 oleh tangan gatel manusia. Semoga kedapannya para pendaki sadar akan menaati peraturan tidak mencoret2 atau bahkan buang sampah sembarangan.
.
Menuju pos 3 ini kami melewati pohon yang begitu besar, ternyata salah satu pohonnya adalah durian hutan sebab sangat banyak berserakan kulitnya di jalanan. setibanya di pos tiga Jumantir kami langsung hampar matras rebahan sambil masak nasi , mie instan juga gorengan . lalu setelah itu kami kedatangan para pendaki asal Pelaihari dan pendaki Banjarbaru yang ketemu di pos 2sebelumnyai, ekstrem memang siih yang dari Pelaihari  mereka sama sekali tidak pakai sepatu cuma pakai sandal jepit wadaaaw  apa ga dicium pacet hahahaa 


pos 3 jumantir
   setelah makan2 di pos tiga jumantir mereka jalan duluan, sementara kami sesudah beres2 baru melnjutkan pendakian bareng pendaki asal Bjb. Emmmmmm menuju pos 4 Panyaungan kami kehabisan air dan hari mulai gelap dengan kabut putih yang dingin, dan Alhamdulillah ada air siih tapi jauh banget turun kebawah kek bekas aliran air gitu.
 Perjlanan dilanjutkan menuju pos empat pada malam itu,memang gelap sangat gelap yang saya takutkan waktu itu ada hewan melata panjang ituuu, gw ga berani nyebut hhaaha sesampainya di pos empat Panyaungan para pendaki dari Bjb tidak melanjutkan pendakian karena alasan tertentu, dan akhirnya kami melanjutakan pendakian namun kekurangan senter, dengan sangat baik hatinya para pendaki asal Bjb meminjamkan senternya ke kami, siapa pun mereka saya tidak tahu nama mereka, kalau ada salah satu yang membaca postingan ini kami sangat berterima kasih atas bantuan senternya .
Ternyata.. . . masih ada pos satu lagi yaitu pos 5 panyaungan atas, nah disini kami istirahat sebentar sembari memilih ada dua opsi jalan yang sempat kebingungan nentuin, Setelah kesepakatan bersama kami memilih jalan yang sudah disepakati. Di jalan kami melalui pepohonon sekeliling kami berlumut dengan air bekas embun , tanjakan demi tanjakkan kami lalui malangnya tetesan rintik hujan mulai merasa sempat berpikir itu adalah embun tapi ada kilatnya hehe naaah disinilah ada salah satu teman terperosok kakinya ke akar di depan saya, seketika ssssst kilat putih nampak disekiling aku nampak putih tak ada pepohonan yang sebelumnya tertupi oleh gelapnya malam, kemudian saya berpikir kedua samping kanan dan kiri saya adalah jurang yang ribuan meter tingginya kemudian ada teman yang sudah nancap di puncak berteriak hati2 samping kalian jurang katanya , cuaca semakin buruk dengan lebatnya hujan saat kami setibanya di puncak tertinggi  Halau-Halau 1901 mdpl, belum sempat bangun tenda hujan udah mengguyur kami dan alahamdulillah kami dipersilakan masuk ke tenda pendaki asal pelaihari, waktu itu betul-betul dingin sekali. Hmmm malam itu sangat nyaring bunyi angin seperti di film2 yang di atas awan gitu heheheh

Hari mulai terang saya memberanikan diri keluar dari tenda sekeliling saya putih tertutup awan embun dingin banget.. banget… pemandangan sekitar gunung tertutup oleh awan dari pagi sampai sore, meski pada sore hari sedikit terbuka awannya namun dalam hitungan detik tertutup kembali huuuu  sedih rasanya, kami putuskan untuk bermalam 2 hari di atas puncak yang sangat mengharapkan besoknya cuaca cerah agar bisa melihat sekeliling pucaknya, malangnya besok hariinya cucaca masih kabut berawan hahahaaha mungkin nasib kami tidak beruntung, Alhamdulillah sempat foto2 juga saat awannya kebuka hehehe
Jadi total hari pendakian dari berangkat-pulang sampai 5 hari, Alhamdulillah saya bisa menikmati keindahan Allah SWT yang belum tentu semua orang bisa merasakan dan melihatnya.
Buat para teman2 yang ingin bepergian kesana ataupun gunung apapun niatkan dalam hati kamu  ya Allah dengan melakukan pendakian ini saya bertujuan meningkatkan iman saya kepadaMU dengan melihat keagungunMU serta keindahan alamMu 
Ingat juga kalau bab atau bak jangan sembarangan , kata orang bepadah sebleum melakukan itu .
Satu lagi nih Gunung itu bukan ditaklukkan tapi pulang dengan selamat…
Dibawah ini foto2 yang diambil di Puncak Halau Halau