Gunung
Halau-halau, HST, Kalimantan Selatan
Assalamualaikum
kawan berataan, lama ni saya gak ngeblog
heee.
Kalau tidak salah terakhir saya nulis tahun 2017
tentang stadion, yang dimana postingannya mengenai stadion2 yang ada di
Kalimantan, artikelnya ada dua judul kemarin itu, dan alhamdulilalah readernya
kira2 ada 700 an , saya sangat besryukur tulisan saya bisa dibaca oleh orang
banyak, semoga saja bisa bermanfaat bagi semua .amiiiiin.
Dalam tulisan kali ini saya membahas tentang
perjalanan kami ke Gunung Halau-Halau, sebelumnya teman2 ada yang pernah kesana Belum ??? heee 😅😅 kalau belum yuuk mari join dulu sini heeee.
insyaAllah bermanfaat bagi teman2 yang berminat mendaki gunung ini . ok lets start guys Gunung Halau-Halau atau Gunung Besar adalah gunung
yang terletak di perbatasan tiga kabupaten, yaitu kabupaten HST,HSS, dan Tanah
Bumbu. Titik tertingginya adalah 1901 mdpl atau setara dengan 6.313 kaki.
Hari itu tanggal 25
Januari 2019, saya dan teman2 kuliah saya tapi beda jurusan siich saya ambil jurusan Agribisnis sementara
teman2 saya ngambil Agroteknologi kami berkuliah di kampus STIPER AMUNTAI (
Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Amuntai ) ada saya sendiri Wahyu, Ryanto,Ryannor,Mahriadi,Dany cuy dan Andi Jadi totalnya ada 6 orang, saya sendiri dari Amuntai
ada yang dari Kelua,Batu Mandi,Birayang dan Pantai Hambawang . Perjalanan
kami menuju gunung Halau-Halau pada hari Jum’at sesudah sholat jumat dimulai
dari Birayang karena sebelumya kami
makan2 dulu di rumah teman yang ada di Birayang, dari Birayang menuju desa
terakhir kira-kira 1 jam tempuh dengan kendaraan bermotor masing2 bonceng dua
jadi jumlah ada 3 kendraan. Setelah
sampai di desa terakhir yang bernama Kiyu , disinilah kami memarkirkan kendraan
kami.
Disini kami disambut oleh acil yang sangat baik
banget kepada kami,dan kebetulan saya lupa menanyakan nama beliau heee saking
baiknya acil saya lupa hahaha😙
di rumah acil kami makan buah2an yang disuguhkan
acil, dan saya juga BAB dahulu di rumah acil heee biar gak sakit perut saat
perjalanan, kaaan gawat 😆
Dimulai dengan doa bersama yang dipimpin salah
seorang teman kami yang bernama Ryanto kami pun menginjakkan kaki ke jembatan yang
merupakan titik pertama dalam pendakian Gunung Halau-halau , sambil saya
membaca bismillah serta ayat kursi yang saya memohon dalam lindungan-NYA Allah
SWT semoga pendakian berjalan lancar 🙏 .
Tujuan pertama adalah pos 1 yaitu Gunung Paniti
Ranggang, dalam perjalan menuju pos satu kami dibisikkan bunyi landasnya air
sungai sepanjang perjalan disamping itu kami juga disuguhkan pemandangan2 yang
nan sangat indahnya pegunungan yang mashaAllah ciptaanNYA, dan akhirnya hari
pun mulai gelap diperjalanan ke pos satu pada waktu magrib kami diperdengarkan
bunyi burung aneh, saya pun rada takut heeee kata teman jangan takut itu Cuma
burung, sambil memegang senter pendakian kami lanjutkan dan Alhamdulillah kami
sampai pos satu kira-kira jam 8 malam, di pos satu kami nginap di sebuah pondok
kecil milik acil warung yang ada di pos satu, sebelumnya planningnya malam tetap tracking tapi keterbatasan energy
kami pun nginap di pondok .
Hari mulai pagi kami pun bersiap packing perlengkapan setelah sarapan
minum energen Pendakian dimulai menuju pos dua yaitu sungai karuh, diperjalanan
menuju sungai karuh kami menemui pohon yang sangat besar dan jangkung menjulang
,nah menuju pos ini petualangan hutan alam liar menjadi nampak sebab kami disambut
tuan rumah yang unyu-unyu cutee gitu hahahaha mereka penghisap darah yaitu
pacet huuuuh sangat jengkel siih bendanya sangat kecil kek jarum gitu yang ada
di air juga dedaunan pinggir jalan saat menghisap darah betuknya membesar
hiiiiiiii geli gw haahahaha
Ada satu kali saya dihinggapi yang warna hijau di
situ orang bilangnya ale-ale warnya hijau kek minuman aja namenya hhahaa nah
pacet yang hijau ini yang menghisap sangat sakit pedih… pedih…pedih dan pedih , tapi masih sakitan hati siih kayaknya wkwkwkwkwk
Di pos dua Sungai karuh kemi bertemu pendaki2 dari
Banjarbaru dan dari Mapala Kaltim, di pos dua ini juga terdapat air terjun nan
indah dan juga tinggi, buat para pembaca yang ingin bepergian kalau bisaa
jangan bangun tenda dekat air terjun yaaa.. disamping berbahaya pacet dekat air
terjunnya juga ada hal2 mistis kata
temanku, hmmmmmm makanya jangan yaaaa….
Nah sesudah pos 2 ini ada nama tanjakkannya yang
sangat tidak landai namanya Tanjakkan Penyesalan sebab sangat curam yang
membuat nyali pendaki jadi ciut ingin
pulang hahahahaa
Disini kami disuguhkan kesegaran mata dari kiri
kanan kami, pohon-pohon raksasa yang jarang kita lihat di sekitar kita atau
bahkan belum pernah melihatnya, tapi sayang vandalisme terjadi disini , sangat
disayangkan hutan yang begitu indah dengan pohon2nya dicoret2 oleh tangan gatel
manusia. Semoga kedapannya para pendaki sadar akan menaati peraturan tidak
mencoret2 atau bahkan buang sampah sembarangan.
.
.
Menuju pos 3 ini kami melewati pohon yang begitu
besar, ternyata salah satu pohonnya adalah durian hutan sebab sangat banyak
berserakan kulitnya di jalanan. setibanya di pos tiga Jumantir kami langsung
hampar matras rebahan sambil masak nasi , mie instan juga gorengan . lalu
setelah itu kami kedatangan para pendaki asal Pelaihari dan pendaki Banjarbaru
yang ketemu di pos 2sebelumnyai, ekstrem memang siih yang dari Pelaihari mereka sama sekali tidak pakai sepatu cuma
pakai sandal jepit wadaaaw apa ga dicium
pacet hahahaa
setelah
makan2 di pos tiga jumantir mereka jalan duluan, sementara kami sesudah beres2
baru melnjutkan pendakian bareng pendaki asal Bjb. Emmmmmm menuju pos 4
Panyaungan kami kehabisan air dan hari mulai gelap dengan kabut putih yang
dingin, dan Alhamdulillah ada air siih tapi jauh banget turun kebawah kek bekas
aliran air gitu.
Perjlanan
dilanjutkan menuju pos empat pada malam itu,memang gelap sangat gelap yang saya
takutkan waktu itu ada hewan melata panjang ituuu, gw ga berani nyebut hhaaha
sesampainya di pos empat Panyaungan para pendaki dari Bjb tidak melanjutkan
pendakian karena alasan tertentu, dan akhirnya kami melanjutakan pendakian
namun kekurangan senter, dengan sangat baik hatinya para pendaki asal Bjb
meminjamkan senternya ke kami, siapa pun mereka saya tidak tahu nama mereka,
kalau ada salah satu yang membaca postingan ini kami sangat berterima kasih
atas bantuan senternya .
Ternyata.. . . masih ada pos satu lagi yaitu pos 5
panyaungan atas, nah disini kami istirahat sebentar sembari memilih ada dua
opsi jalan yang sempat kebingungan nentuin, Setelah kesepakatan bersama kami
memilih jalan yang sudah disepakati. Di jalan kami melalui pepohonon sekeliling
kami berlumut dengan air bekas embun , tanjakan demi tanjakkan kami lalui
malangnya tetesan rintik hujan mulai merasa sempat berpikir itu adalah embun
tapi ada kilatnya hehe naaah disinilah ada salah satu teman terperosok kakinya
ke akar di depan saya, seketika ssssst kilat putih nampak disekiling aku nampak
putih tak ada pepohonan yang sebelumnya tertupi oleh gelapnya malam, kemudian
saya berpikir kedua samping kanan dan kiri saya adalah jurang yang ribuan meter
tingginya kemudian ada teman yang sudah nancap di puncak berteriak hati2
samping kalian jurang katanya , cuaca semakin buruk dengan lebatnya hujan saat
kami setibanya di puncak tertinggi
Halau-Halau 1901 mdpl, belum sempat bangun tenda hujan udah mengguyur
kami dan alahamdulillah kami dipersilakan masuk ke tenda pendaki asal
pelaihari, waktu itu betul-betul dingin sekali. Hmmm malam itu sangat nyaring
bunyi angin seperti di film2 yang di atas awan gitu heheheh
Hari mulai terang saya memberanikan diri keluar dari
tenda sekeliling saya putih tertutup awan embun dingin banget.. banget…
pemandangan sekitar gunung tertutup oleh awan dari pagi sampai sore, meski pada
sore hari sedikit terbuka awannya namun dalam hitungan detik tertutup kembali
huuuu sedih rasanya, kami putuskan untuk
bermalam 2 hari di atas puncak yang sangat mengharapkan besoknya cuaca cerah
agar bisa melihat sekeliling pucaknya, malangnya besok hariinya cucaca masih
kabut berawan hahahaaha mungkin nasib kami tidak beruntung, Alhamdulillah
sempat foto2 juga saat awannya kebuka hehehe
Jadi total hari pendakian dari berangkat-pulang
sampai 5 hari, Alhamdulillah saya bisa menikmati keindahan Allah SWT yang belum
tentu semua orang bisa merasakan dan melihatnya.
Buat para teman2 yang ingin bepergian kesana ataupun
gunung apapun niatkan dalam hati kamu ya Allah dengan melakukan pendakian
ini saya bertujuan meningkatkan iman saya kepadaMU dengan melihat keagungunMU
serta keindahan alamMu
Ingat juga kalau bab atau bak jangan sembarangan ,
kata orang bepadah sebleum melakukan itu .
Satu lagi nih Gunung itu bukan ditaklukkan tapi
pulang dengan selamat…
Dibawah ini foto2 yang diambil di Puncak Halau Halau














